Sistem Sumbu dan Sistem Rakit Apung
Halo Sobat HOST, senang bisa menyapa kalian lagi. HOST datang lagi nih pastinya dengan informasi yang menarik dan bermanfaat. Hari ini kita mau bahas apa yaaa???
Jadi hari ini kita masih membahas sistem hidroponik yaitu Sistem Sumbu dan Sistem Rakit Apung. Yuk langsung aja kita baca dan pahami satu persatu.
· SISTEM SUMBU
Gambar 1. Sistem Sumbu Hidroponik
Sumber : bertaniorganik.com
Menurut Susilawati (2019), sistem sumbu sangat cocok
bagi pemula yang sedang mencoba hidroponik namun kurang efektif apabila
digunakan untuk tanaman yang membutuhkan banyak air. Prinsip kerja dari sistem
sumbu merupakan prinsip kapilaritas yaitu menggunakan sumbu yang dapat menyerap
air sebagai jembatan pengalir air nutrisi dari wadah penampung air ke akar
tanaman. Alat yang dibutuhkan pun sangat mudah yaitu berupa bak plastik,
sterofoam berlubang, netpot, bahan sebagai sumbu seperti kain flanel, larutan
nutrisi dan media tanam seperti rockwoll, perlite, cocopeat dan hidroton.
Gambar 2. Alat dan Bahan Sistem Sumbu
Sumber : pinterest.com
Kelebihan sistem sumbu menurut Susilawati (2019)
a. Biaya tergolong sangat murah dan tidak bergantung pada listrik
b. Bentuk yang sederhana dapat memudahkan bagi pemula untuk budidaya hidroponik
c. Frekuensi penambahan nutrisi lebih jarang karena menggunakan sumbu sebagai jembatan nutrisi
Kelemahan sistem sumbu menurut Susilawati (2019)
a.
Sedikit sulit dalam mengontrol pH air apabila
jumlah tanaman banyak
b. Hanya cocok untuk tanaman yang tidak membutuhkan banyak air karena kemampuan kapiler sumbu dalam menyalurkan nutrisi bersifat terbata
· SISTEM RAKIT APUNG
Sistem rakit apung adalah salah satu teknik dalam budidaya tanaman dengan cara menanam tanaman pada lubang instalasi yang mengapung di atas permukaan larutan nutrisi dalam bak penampung (Kratky, 2009). Sistem rakit apung merupakan pengembangan dari sistem bertanam secara hidroponik yang dapat digunakan sebagai kepentingan komersial dengan skala kecil maupun besar. Prinsip kerja sistem rakit apung hampir sama dengan sistem sumbu yaitu sistem pasif karena tidak ada bahan yang bergerak dan sistem yang sangat sederhana. Perbedaannya dalam sistem rakit apung tidak memerlukan sumbu sebagai penghubung nutrisi dengan akar namun media tanam dan akar tanam langsung menyentuh larutan nutrisi. Sistem rakit apung sangat cocok untuk tanaman yang membutuhkan air banyak dengan jangka waktu yang relatif singkat seperti kangkung, pakchoy dan caisin (Susilawati, 2019).
Gambar 3. Sistem Hidroponik Rakit Apung
Sumber : bertaniorganik.com
Alat yang dibutuhkan dalam sistem rakit rapung yaitu berupa bak plastik, sterofoam berlubang, netpot, larutan nutrisi dan media tanam seperti rockwoll. Wadah pada sistem rakit apung cenderung tertutup sehingga oksigen sulit didapatkan, maka dari itu diperlukan aerator atau airstone yang dapat membantu memberikan oksigen pada tanaman.
Hidroponik sistem rakit apung memiliki kelebihan karena lebih mudah dalam aplikasinya, tidak membutuhkan energi listrik serta minim tenaga kerja sehingga sistem ini dapat diterapkan dalam skala kecil di rumah tangga hingga skala besar (Yunindanova et al., 2018). Selain itu menurut Susilawati (2019), kelebihan dari sistem rakit apung adalah biaya pembuatan yang murah dan bahan mudah dicari, perawatan tidak sulit, tidak tergantung pada listrik. Kekurangannya yaitu akar tanaman lebih rentan mengalami pebusukan karena terus tergenang dalam air larutan nutrisi dan kadar oksigen yang sedikit.
Oke jadi itu informasi menarik dan bermanfaat
yang HOST sedian untuk Sobat HOST sekalian. Semoga bermanfaat buat kita semua
yaaa. Tunggu info-info menarik dari kami ya Sobat. See you
Sumber
Kamalia, S., Parawita, D., & R, Soedrajad. (2017). Teknologi Hidroponik Sistem Sumbu Pada Produksi Selada Lollo Rossa (Lactuca Sativa L.) Dengan Penambahan Cacl2 Sebagai Nutrisi Hidroponik. Jurnal Agroekoteknologi, 11:(1), 96-106
Kratky, B.A. 2009. Noncirculating hydroponic method for leaf and semihead lettuce. J Hort Tech. 3(2): 206-207. ISSN 1995-0756.
Susilawati. (2019). Dasar-dasar Bertanam Secara Hidroponik. Palembang: Unsri Press
Yunindanova, M. B., Darsana, L., & Putra, A.P. (2018). Respon Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Seledri Terhadap Nutrisi Dan Naungan Menggunakan Sistem Hidroponik Rakit Apung. Jurnal Agroekoteknologi. 9 :(1). 1-8




terimakasih kak atas informasinya. semoga sukses selalu
ReplyDelete